Skip to main content

Seorang Musisi Tertular Antraks dari Gendang Kulit Lembu

img Beberapa alat musik menggunakan kulit binatang sebagai membran untuk menghasilkan bunyi tetabuhan. Kulit tersebut ternyata bisa menularkan antraks, seperti yang dialami seorang peserta festival perkusi di New Hampshire akhir tahun lalu.

Centers of Diesease Control and Prevention (CDC) memastikan hal itu dalam rilis yang dikeluarkan baru-baru ini di Amerika. Kasusnya sendiri terjadi pada Desember 2009, dan kini kondisi musisi wanita itu dikabarkan telah pulih.

Dikutip dari cdc.gov, Minggu (25/7/2010), festival yang berlangsung di University of New Hampshire tersebut diikuti 72 perserta dengan menggunakan puluhan alat perkusi termasuk gendang. Sebagian di antaranya menggunakan membran yang dibuat dari kulit sapi.

Sehari setelah mengikuti festival, wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengalami gejala mirip flu yakni demam, nyeri otot dan banyak berkeringat. Gejala itu terus memburuk hingga akhirnya ia dibawa ke rumah sakit beberapa pekan kemudian.

Pada tanggal 24 Desember 2009, dinas kesehatan setempat memastikan wanita berusia 24 tahun itu terserang antraks gastrointestinal. Diagnosis ini ditegakkan setelah dokter menemukan adanya bakteri Bacillus anthracis (pemicu antraks) dalam sampel darah.

Perwakilan CDC untuk New Hampshire segera melakukan investigasi, untuk mencari tahu dari mana wanita itu tertular. Dugaan bahwa sumber penularannya adalah daging ternak dikesampingkan, mengingat wanita ini kebetulan seorang vegetarian.

Dugaan akhirnya mengarah ke 2 gendang buatan Mali milik musisi tersebut. Petugas akhirnya memastikan, kedua gendang antik mirip tamborin yang diperkirakan berusia 10-15 tahun itu ditumbuhi spora Bacillus anthracis pada membran yang terbuat dari kulit sapi.

Saat membran ditabuh, spora itu terlepas dan bercampur dengan udara di ruangan yang dipakai untuk festival. Diduga spora itu terhirup ke saluran napas lalu berbelok ke pencernaaan, atau hinggap pada minuman dan terminum oleh musisi wanita tersebut.

Dalam rilisnya, CDC mengklaim kemungkinan penularan antraks melalui membran kulit binatang sebenarnya sangat kecil. Meski belum bisa dipastikan, infeksi pada wanita itu diduga terjadi saat daya tahan tubuhnya menurun.

Source: detik.com

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...