Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opinion

Are you sure that #lovewins ?

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan keputuusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang memutuskan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Hal ini pun sontak disambut gembira oleh sebagian besar masyarakat Amerika dan media sosial macam Twitter pun ramai dengan hashtag #lovewins untuk merayakan keputusan tersebut. Ketika membaca berita tentang hal tersebut, gw pribadi ngerasa miris dengan keputusan tersebut. Dengan dalih kebebasan, sebagian besar masyarakat Amerika mendukung pernikahan sesama jenis yang sebenarnya dilarang oleh agama samawi karena hakikatnya manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dalam Al-Qur'an pun dijelaskan mengenai hakikat penciptaan manusia secara berpasang-pasangan: Dan Kami ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Q.S. Adz-Dzaariyaat: 49).

Dibalik "The Jokowi Effect"

Beberapa minggu yang lalu, negeri kita cukup digemparkan oleh deklarasi pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) yang dilakukan secara personal ketika para wartawan ingin mengklarifikasi berita bahwa Megawati telah "memerintahkan" Jokowi untuk maju menjadi capres dari PDI Perjuangan. Banyak pro-kontra yang bermunculan terkait pencapresan Jokowi pada Pemilu 2014. Bagi mereka yang setuju Jokowi maju sebagai capres, mereka percaya bahwa Jokowi adalah sosok yang tepat untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di nusantara tercinta ini. Namun di sisi lain, pihak-pihak yang tidak setuju Jokowi maju sebagai capres beralasan bahwa masih banyak "Pekerjaan Rumah" yang harus dikerjakan oleh Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta. Selain itu, Jokowi juga dianggap tergesa-gesa dalam pencalonan dirinya sebagai calon presiden Indonesia pada pemilu tahun ini. Padahal, jika Jokowi mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sebagai gubernur DKI Jakarta, rasanya...

Mengungkap Kegagalan Tim-Tim Unggulan Di Piala Dunia 2010

Piala dunia kali ini dipenuhi dengan banyak kejutan. Banyak tim-tim unggulan berguguran di fase penyisihan dan banyak pula tim-tim yang hanya dianggap sebagai pelengkap belaka berubah menjadi tim-tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak orang terheran-heran melihat penampilan tim-tim unggulan seperti Prancis, Italia, Inggris, dan Brazil yang baru saja tumbang di tangan Belanda di perempat final. Kali ini gw akan mengungkap kegagalan tim-tim tersebut disini. So, selamat menikmati ulasan gw ;-) 1. Prancis Pada piala dunia kali ini, performa tim ayam jago ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Dimulai dari kelolosan kontroversial mereka dari kualifikasi piala dunia zona Eropa berkat umpan "tangan tuhan"-nya Thierry Henry kepada William Gallas saat mereka mengalahkan Irlandia pada laga play-off. Kelolosan mereka tersebut dianggap sebagai ketidaksiapan mereka dalam menghadapi piala dunia kali ini. Selain itu, dalam susunan pemain yang dibawa ke Afrika Selatan, t...

Realita Anak Punk Jalanan

Beberapa minggu yg lalu ketika gw pulang dari kampus, gw sering liat anak punk jalanan bergerombol menyusuri jalanan dan salah satunya ngamen di angkot yg sedang gw tumpangi. Pikiran gw langsung bersugesti bahwa anak punk jalanan itu bagaikan orang yg cuma nyempit-nyempitin dunia yg udah padat sama populasi manusia yg selalu bertambah dan mereka bagaikan barang yg nggak punya nilai guna (manfaat) sama sekali. Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, di suatu sore gw liat tayangan Uya emang kuya yg dalam episode tersebut Uya menghipnotis beberapa anak punk jalanan yg dia temukan. Uya menanyakan berbagai macam pertanyaan kepada mereka. Setelah gw memperhatikan dengan seksama tanya jawab Uya dengan para anak punk jalanan tersebut, pemikiran gw tentang anak punk jalanan berubah dan gw punya kesimpulan klo anak punk jalanan itu tercipta akibat kurang perhatiannya orang tua terhadap anaknya dan ekspektasi yg terlalu tinggi yg diharapkan orang tua kepada anaknya. Anak-anak punk jalanan be...

Susahnya Menjadi Orang yang Memperjuangkan Kebenaran di Negeri Ini...

Itulah fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini, dimana orang-orang yang memperjuangkan kebenaran dengan konsistensi tingkat tinggi akan dikucilkan oleh orang-orang berduit yang rakus akan kekuasaan dan tumpukan uang. Gw sebagai salah satu dari ribuan anak bangsa kecewa dengan hal ini. Bagaimana tidak, orang-orang yang berusaha untuk mengangkat citra bangsa ini baik dari pandangan publik negeri ini sendiri maupun dari pandangan publik internasional. Antasari Azhar, mantan ketua KPK yang terlibat  permainan tingkat tinggi yang diatur oleh para koruptor-koruptor kelas kakap yang merasa risih dengan kinerja Antasari Azhar dalam menumpas korupsi di negeri ini harus menerima vonis 15 tahun penjara atas dakwaan menjadi otak pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. Keputusan hakim yang menjatuhkan vonis terebut tidak memuaskan semua pihak yang berujung pada sebuah hipotesis bahwa semua ini sudah direkayasa oleh para koruptor-koruptor yang berkedok pejabat. Hal yang serupa tidak hanya terjadi kepad...