Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan keputuusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang memutuskan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Hal ini pun sontak disambut gembira oleh sebagian besar masyarakat Amerika dan media sosial macam Twitter pun ramai dengan hashtag #lovewins untuk merayakan keputusan tersebut.
Ketika membaca berita tentang hal tersebut, gw pribadi ngerasa miris dengan keputusan tersebut. Dengan dalih kebebasan, sebagian besar masyarakat Amerika mendukung pernikahan sesama jenis yang sebenarnya dilarang oleh agama samawi karena hakikatnya manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dalam Al-Qur'an pun dijelaskan mengenai hakikat penciptaan manusia secara berpasang-pasangan: Dan Kami ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Q.S. Adz-Dzaariyaat: 49).
Jika kita telisik dari hashtag #lovewins, apakah keputusan tersebut benar-benar memenangkan cinta? Menurut pandangan gw pribadi, berdasarkan ayat Al-Qur'an di atas, kemenangan cinta yang sesungguhnya adalah ketika manusia mampu menyalurkan hasrat seksualnya kepada lawan jenisnya dengan cara dan tuntunan yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Ketika manusia mencintai sesama jenisnya (laki-laki dengan sejenisnya maupun perempuan dengan sejenisnya), maka hakikat cinta sesungguhnya pun sudah merupakan kekalahan bagi umat manusia dan Allah pun membenci hal tersebut. Kisah kaum Nabi Luth yang saling menyukai sesama jenis seyogyanya menjadi sebuah pelajaran bahwa Allah murka kepada manusia yang telah menyalahi kodratnya dalam menyalurkan hasrat seksualnya. Wallahu a'lam bishshawaab.
Ketika membaca berita tentang hal tersebut, gw pribadi ngerasa miris dengan keputusan tersebut. Dengan dalih kebebasan, sebagian besar masyarakat Amerika mendukung pernikahan sesama jenis yang sebenarnya dilarang oleh agama samawi karena hakikatnya manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dalam Al-Qur'an pun dijelaskan mengenai hakikat penciptaan manusia secara berpasang-pasangan: Dan Kami ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Q.S. Adz-Dzaariyaat: 49).
Jika kita telisik dari hashtag #lovewins, apakah keputusan tersebut benar-benar memenangkan cinta? Menurut pandangan gw pribadi, berdasarkan ayat Al-Qur'an di atas, kemenangan cinta yang sesungguhnya adalah ketika manusia mampu menyalurkan hasrat seksualnya kepada lawan jenisnya dengan cara dan tuntunan yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Ketika manusia mencintai sesama jenisnya (laki-laki dengan sejenisnya maupun perempuan dengan sejenisnya), maka hakikat cinta sesungguhnya pun sudah merupakan kekalahan bagi umat manusia dan Allah pun membenci hal tersebut. Kisah kaum Nabi Luth yang saling menyukai sesama jenis seyogyanya menjadi sebuah pelajaran bahwa Allah murka kepada manusia yang telah menyalahi kodratnya dalam menyalurkan hasrat seksualnya. Wallahu a'lam bishshawaab.
Comments
Post a Comment