Skip to main content

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru.
Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam.

Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di tengah ruangan masjid, yang pada era Uni Soviet (1940-1956) pernah digunakan sebagai gudang saat Perang Dunia II, terdapat lampu bulat bertatahkan kaligrafi buatan Rusia yang diperkirakan beratnya mencapai dua ton. Sementara, interior masjid berornamen bunga-bunga khas Rusia yang menutupi setengah dinding mesjid.

Saat Perang Dunia II, Masjid Biru memang ditutup dan digunakan sebagai medical warehouse. Tetapi atas permintaan Presiden  Indonesia Soekarno yang mengunjungi masjid ini pada tahun 1956, masjid ini dibuka kembali dan dikelola oleh Komunitas Muslim di St Petersburg. Masjid kembali dibuka hanya 10 hari setelah kunjungan Soekarno di St Petersburg.

Mesjid St Petersburg disebutkan sebagai '25 Simply Amazing in The World' atau 25 mesjid yang terindah di dunia, karena bangunan dan ornamen biru yang menghiasi mesjid. Jasa Presiden Soekarno selalu disebut-sebut oleh umat Islam di St Petersburg yang merasa bersyukur memiliki tempat ibadah yang indah dan menjadi salah satu tempat yang dikunjungi oleh umat Islam.

Mesjid St Peterburg yang dibangun untuk memperingati 25 tahun masa pemerintahan Abdul Ahat Khan, Emir Bukhara dari Turkistan merupakan karya dua arsitek Nasrani bernama Nikolay Vasiliev dengan insinyur sipil Stepan Krichinskiy dan pengawas pembangunan Alexander Von Gogen. Berkat kebaikan Kaisar Tsar Nicholas II yang memerintahkan penjualan tanah bagi penduduk Muslim di St Petersburg pada 1907, akhirnya mesjid St Peterburg dibuka pada 1913 dan menjadi masjid terbesar di Eropa.

Masjid ini memiliki dua menara yang menjulang setinggi 48 meter, sedangkan kubahnya dibalut keramik warna biru yang gagah dengan ketinggian 39 meter seperti kuba gereja yang banyak bertebaran di Rusia. Masjid St Petersburg ini dibangun dari sumbangan banyak pihak dan tercatat sebagai donatur terbesar adalah Said Abdul Sahad, Emir Bukhara.

Source: republika.co.id

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...