Skip to main content

20 Menit di Luar Ruangan Sama Baiknya dengan Secangkir Kopi

Ketika mengantuk atau kehilangan energi, kopi menjadi pilihan agar tubuh kembali segar. Tapi sebenarnya tak perlu melulu mencari kopi, dengan keluar dari ruangan dan menghirup udara segar 20 menit sama efeknya seperti minum secangkir kopi.

Peneliti menemukan ketika orang kelelahan di meja kantor ada cara untuk menyegarkan badan tanpa harus minum kopi. Berjalanlah ke luar ruangan untuk menghirup udara terbuka karena alam punya efek seperti kafein yang membuat orang kembali segar.

"Alam adalah energi yang baik untuk jiwa," kata Professor Richard Ryan, psikolog dari University of Rochester, New York yang melakukan penelitian ini seperti dilansir dari telegraph, Minggu (6/6/2010).

Dalam temuan yang telah dipublikasikan oleh Journal of Environmental Psychology itu, disebutkan ikatan antara alam dan tubuh manusia membuat seseorang merasa lebih hidup ketika menghirup udara segar.

"Seringkali ketika merasa lelah kita mengambil secangkir kopi, tapi ada cara yang lebih baik untuk mendapatkan energi dengan kembali berkoneksi dengan alam," kata Professor Richard.

Professor Richard dan timnya melakukan 5 penelitian yang berbeda terhadap 537 partisipan dalam berbagai situasai baik ketika berada di dalam gedung maupun di alam terbuka. Kemudian peneliti mengukur tingkat energi dan suasana hati partisipan sepanjang hari saat melakukan berbagai aktivitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan merasa lebih energik ketika membayangkan dirinya berada di luar ruangan dan mengalami peningkatan vitalitas ketika hanya 20 menit di udara terbuka.

"Orang-orang yang memiliki vitalitas besar tidak hanya memiliki banyak energi tapi juga fisiknya lebih tahan terhadap penyakit," kata Professor Richard.

Dia menyarankan agar orang lebih banyak menghabiskan waktu di alam untuk kesehatannya karena alam memiliki hubungan yang alami dengan makhluk hidup.

Source: detik.com

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...