Skip to main content

Setiap Orang Memang Butuh Ibu, Terbukti Secara Ilmiah

Peran ibu memang luar biasa. Bukan sekedar memberi kasih sayang tetapi kehadiran Ibu juga membawa dampak pada otak manusia dari bayi hingga dewasa.
Setiap Orang Memang Butuh Ibu, Terbukti Secara Ilmiah
Keterikatan antara ibu dan anak telah dirajut ketika si jabang bayi masih dalam kandungan. Keterikatan itu kian bertambah ketika si jabang lahir dan melihat wajah sang ibu. Saat itu otak si bayi dan ibu mengalami reaksi yang unik. Keunikan itu juga terjadi ketika si bayi beranjak dewasa.

Dalam sebuah studi yan dipublikasikan Journal Brain and Cognition, peneliti menyatakan bahwa selain respon si bayi, ibu juga memberikan respon emosional dan kognitif yang kompleks sebagai bentuk keterikatan terhadap si anak. Peneliti berkeyakinan temuan ini  akan memberikan informasi baru tentang keterikanan ibu dan anak.

Sebelumnya, peneliti telah mencari tahu dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk menggambarkan aktivitas otak ketika seseorang diperlihatkan foto ibu, orang asing dan selebritis. Ketika foto ibu ditunjukan, terjadi aktifitas unik dalam otak.

Sebagai perbandingan, anak-anak burung ketika pertama kali dapat melihat, mereka segera mengikuti karakter dan perilaku sang induk. Meski demikian, bayi manusia tidaklah mengikuti secara utuh karakteristik dan perilaku ibunya. Namun, pengaruh itu baru terlihat ketika si bayi tumbuh dewasa.

Dr Marie Arsalidou, peneliti yang berasal dari University of Toronto, Kanada, mengatakan pengaruh wajah ibu terhadap keterikatan dengan si anak sangat berbeda dengan wajah ayah. Wajah ayah menghasilkan respon yang kuat di sebuah area mendalam di otak dan berkontribusi terhadap perasaan kasih sayang meski tidak menyebabkan kedekatan layaknya ibu.

"Fakta bahwa aktivasi-aktivasi ini lebih terlihat pada orang dewasa yang tinggal jauh dan sudah pisah bertahun-tahun dari orang tua mereka, menghasilkan kemungkinan bahwa hal itu adalah hasil dari efek jangka panjang."

Sementara, sebuah penelitian AS menemukan bahwa suara ibu ternyata menenangkan saraf yang tegang - ini bisa terjadi meski lewat percakapan telepon. Efek itu merupakan peran dari oksitosin, hormon penenang yang diketahui ikut memainkan peran dalam ikatan ibu dan bayi.

Para peneliti di universitas dari Wisconsin- Madison membuat sebuah kelompok gadis dari usia tujuh hingga 12 tahun tahun. Mereka diberi tugas berbicara di depan kelas serta menyelesaikan rangkaian problem matematika dan dilakukan di depan orang asing, yang membuat mereka tertekan.

Sepertiga kelompok partisipan diberi kesempatan berbicara dengan ibu mereka lewat telefon. Kemudian sepertiga lainnya didampingi ibu mereka dan sisanya menonton film.

Tingkat dari hormon oksitosin meningkat dengan cepat pada mereka yang melihat atau berbicara pada ibu mereka, dan yang menjadi kejutan para peneliti, dalam satu jam, para gadis yang menghubungi ibu mereka terlihat tenang, sama seperti mereka yang didampingi langsung oleh ibu.

Peneliti Leslie Seltzer mengatakan "hal itu terlihat jelas dari hasil ini bahwa suara ibu memiliki efek yang sama seperti dekapannya, meskipun anak-anak tidak berada di sisinya."

Source: republika.co.id

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...