Skip to main content

Danau di Argentina 'Petunjuk' Hidup di Mars

Sebuah danau di daerah terpencil Argentina mungkin bisa memberikan petunjuk awal mula kehidupan di Planet Bumi. Bahkan, dengan mempelajari danau ini, diperkirakan bisa digunakan manusia untuk mengawali kehidupan di Planet lain, termasuk Mars.

Seperti dilansir ABC News, edisi pekan lalu,dugaan itu mengemuka setelah ada sejumlah penelitian. Para peneliti menemukan jutaan bakteri 'super' tumbuh dengan sangat cepat di Danau Diamante, kawasan gunung berapi Galan.

Letak danau itu persis di tengah kawah gunung berapi Galan di ketinggian 15.400 kaki (sekitar 4.700 meter) di atas permukaan laut. Bakteri-bakteri super itu dilaporkan sangat lapar oksigen.

Habitat tempat bakteri ini hidup mirip zaman bumi primitif. Saat sebelum ada kehidupan, dan ketika organisme mulai bernafas, serta masih adanya mahluk yang mulai melindungi diri dari lapisan oksigen di atmosfir.

Habitat bakteri ini memiliki kadar arsenik dan alkali sangat tinggi. Arsen atau arseniki diketahui memiliki kadar racun yang hebat. Alkali adalah kumpulan logam tanah yang terdiri dari beberapa unsur. Logam ini baru dapat mencair pada suhu yang sangat tinggi. Dua diantara unsur alkali adalah Magnesium dan Kalsium.

"Temuan ini sangat penting bagi dunia ilmiah. Dia menjadi 'jendela' bagi manusia melihat masa lalu, dan juga dengan apa yang disebut astrobiologi, studi tentang kehidupan di planet lain," kata Maria Eugenia Farias, salah satu peneliti yang menemukan makhluk hidup di danau ekstrim ini.

Dia menilai, jika bakteri dapat hidup dalam kondisi ekstrim ini, teorinya bakteri-bakteri itu juga dapat bertahan hidup di planet lain, seperti di Mars. Tempat ini pun disebut "Extremophiles" alias habitat 'pecinta' kondisi ekstrim.

Temuan yang mengejutkan ini bisa menjadi nilai lebih bagi industri bisnis. Misalnya, bakteri yang dapat mengurai lipid dalam deterjen juga ditemukan.

Farias menyebutkan bakteria ini yang disebut polyextremophiles adalah suatu pengecualian, karena dapat hidup dan berkembang dalam kondisi sangat ekstrim.

"Apa yang kami miliki di sini adalah serangkaian kondisi ekstrim dalam satu tempat. Inilah yang membuat tempat ini unik di dunia," kata Farias yang juga ahli mikrobiologi di Ilmiah Nasional dan Teknik, Research Council di Propinsi Tucuman.

Danau ini memiliki tingkat arsenik sangat tinggi yakni 20.000 kali lebih tinggi daripada tingkat aman untuk minum air. Suhunya sering di bawah titik beku. Danau ini sangat asin, bahkan lima kali lebih asin daripada air laut. Sehingga pernah terbentuk padatan es di lokasi ini.

DNA bakteri di danau ini dapat bermutasi untuk bertahan hidup pada radiasi ultra-violet. Bakteri ini juga dapat hidup dalam kadar oksigen rendah seperti ditemukan pada ketinggian itu. "Ini sangat menarik bagi industri farmasi," kata Farias. Dia menambahkan, temuan ini juga bisa memiliki aplikasi komersial masa depan dalam produk seperti tabir surya.

Source: vivanews.com

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...