Skip to main content

Gol Tendangan Bebas Carlos, Koeman, dan Beckham, Bukan Kebetulan

Gol indah yang tercipta dari tendangan bebas pemain seperti David Beckham, Ronald Koeman, atau Roberto Carlos bukan dominan karena faktor keberuntungan. Para pakar fisika yang tergabung dalam tim Ă‰cole Polytechnique Palaiseau menyakini tendangan bebas ala selebritas sepakbola itu merupakan murni teknik tendangan si pemain.
Gol Tendangan Bebas Carlos, Koeman, dan Beckham,  Bukan Kebetulan
Tendangan bebas Roberto Carlos ketika Brasil berhadapan dengan Prancis dalam Tournai de France tahun 1997 misalnya, peneliti berkeyakinan tendangan bebas dari jarak 90 meter itu bisa dijelaskan melalui hukum fisika.

Salah satu teori yang mengemuka ketika itu adalah bola tendangan Carlos dibantu oleh angin. Guna membuktikan kebenaran teori itu, para peneliti menerapkan salah satu hukum fisika. Mereka mengaplikasikan teori dalam bentuk data grafis komputer. Hasilnya, peneliti memastikan tendangan Carlos tidak berbau keberuntungan.

Sebelumnya, dengan menggunakan bola plastik kecil dan ketapel, tim riset membuat variasi kecepatan dan perputaran bola untuk melacak lintasan berbeda. Teori yang kemudian dikenal dengan efek Magnus ini mengkonfirmasikan bahwa bola berputar dengan melengkung.

Teori ini sekaligus memberikan wawasan baru terhadap perdebatan antarpengamat tentang gol Carlos. Efek ini menjelaskan adanya gesekan yang bekerja pada bola dengan pengaruh kondisi sekitarnya. Walhasil bola mengalami perlambatan berputar sehingga mengubah arah lintas bola. Temuan ini kemudian dibandingkan dengan tendangan bebas Beckham dan Michael Platini.

Christophe Clanet dan David Quere, dua peneliti dari Ecole Polytechnique mengatakan, ketika tendangan dari jarak yang cukup jauh diimbangi dengan tenaga yang cukup untuk membuat kecepatan yang konstan untuk mendekati tujuan, maka bola dapat membuat lintasan yang terduga.

"Tendangan Carlos diawali dengan lintasan melingkar klasik tapi tiba-tiba berubah menjadi membungkuk dengan cara spektakuler dan menuju gawang, meskipun tampak keluar dari target sebelumnya," kata keduanya seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (2/9).

Clanet dan Quere menambahkan kebanyakan orang melihat tendangan Carlos berasal dari jarak yang sangat jauh. Karena itu, golnya disebut kebetulan. Padahal, papar keduanya, gol yang dibuat Carlos murni bukan kebetulan tapi adanya perubahan arah bola yang bisa dijelaskan dengan hukum fisika.

Tendangan bebas Carlos saat itu membuat Lengkungan bola yang tidak diperkirakan penjaga gawang Perancis kala itu Fabien Barthez hingga akhirnya meluncur deras di gawangnya. Barthez terpaku, diam seribu bahasa dan tidak percaya kalau bola itu masuk ke gawangnya.

Diamnya Barthez juga diikuti anak-anak penjaga bola yang berjarak 30 meter dari gawang melihat secara jelas bola itu melengkung dan mendarat di gawang Prancis.  Berkat gol 'ajaib' itu, banyak pengamat yang terjebak perdebatan ihwal gol tersebut berbau keberuntungan atau murni berkat teknik maut si penendang. Gol Carlos tercipta dalam turnamen Tournai de France tahun 1997 lalu ketika Prancis menahan seri Brasil 1-1.

Source: republika.co.id

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...