Tukang kebun ataupun orang yang memiliki hobi berkebun sebaiknya harus waspada dalam menggunakan pupuk kompos. Ada bahaya kesehatan tersembunyi yang mengintai di balik pupuk ramah lingkungan tersebut.

Pupuk kompos dikenal ramah lingkungan dan dapat menyuburkan tanah karena berasal dari alam, yaitu dedaunan yang sudah membusuk atau berbagai kotoran hewan.
Tapi seorang kakek usia 67 tahun asal Skotlandia yang tidak disebutkan identitasnya, harus mengalami perawatan intensif setelah terinfeksi bakteri dari sekop yang melukainya tangannya.
Menurut laporan dokter yang telah dirilis dalam jurnal medis The Lancet, kejadian ini merupakan insiden langka. Si kakek ternyata terinfeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia di paru-paru kirinya, yaitu Legionella longbeachae yang merupakan bentuk penyakit langka dari Legionnaires (tipe pneumonia yang disebabkan oleh bakteri).
Sang kakek harus menderita gemetar, kebingungan, lesu dan sesak napas selama 8 hari sebelum akhirnya dirawat di Royal Alexandra Hospital di Paisley, pusat Skotlandia.
Untuk mengatasi kondisi ini, dokter harus melakukan prosedur invasif dengan 'mencuci' paru-paru untuk memperoleh sampel, karena tidak dapat dideteksi melalui pengujian normal.
Penyakit Legionnaires biasanya disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophili, yang hidup secara alami di sungai, danau, waduk dan juga ditemukan dalam struktur buatan yang mengandung air seperti sistem pendingin udara (AC).
Penyebab penyakit Legionella longbeachae yang langka ini ternyata paling banyak ditemukan dalam tanah, terutama pada pupuk kompos.
Infeksi bakteri ini lebih umum terjadi di Australia, Selandia Baru dan Jepang, juga merupakan 30 persen penyumbang penyakit Legionnaires dari keseluruhan kasus yang ada.
"Saya pikir dokter dan orang yang awam dengan kegiatan berkebun perlu menyadari hal ini. Risiko penyakit ini mungkin kecil, tapi dapat diambil tindakan pencegahan," ujar Dr Simon Patten dari Royal Alexandra Hospital, seperti dilansir dari Dailymail, Senin (6/9/2010).
Source: detik.com
Pupuk kompos dikenal ramah lingkungan dan dapat menyuburkan tanah karena berasal dari alam, yaitu dedaunan yang sudah membusuk atau berbagai kotoran hewan.
Tapi seorang kakek usia 67 tahun asal Skotlandia yang tidak disebutkan identitasnya, harus mengalami perawatan intensif setelah terinfeksi bakteri dari sekop yang melukainya tangannya.
Menurut laporan dokter yang telah dirilis dalam jurnal medis The Lancet, kejadian ini merupakan insiden langka. Si kakek ternyata terinfeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia di paru-paru kirinya, yaitu Legionella longbeachae yang merupakan bentuk penyakit langka dari Legionnaires (tipe pneumonia yang disebabkan oleh bakteri).
Sang kakek harus menderita gemetar, kebingungan, lesu dan sesak napas selama 8 hari sebelum akhirnya dirawat di Royal Alexandra Hospital di Paisley, pusat Skotlandia.
Untuk mengatasi kondisi ini, dokter harus melakukan prosedur invasif dengan 'mencuci' paru-paru untuk memperoleh sampel, karena tidak dapat dideteksi melalui pengujian normal.
Penyakit Legionnaires biasanya disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophili, yang hidup secara alami di sungai, danau, waduk dan juga ditemukan dalam struktur buatan yang mengandung air seperti sistem pendingin udara (AC).
Penyebab penyakit Legionella longbeachae yang langka ini ternyata paling banyak ditemukan dalam tanah, terutama pada pupuk kompos.
Infeksi bakteri ini lebih umum terjadi di Australia, Selandia Baru dan Jepang, juga merupakan 30 persen penyumbang penyakit Legionnaires dari keseluruhan kasus yang ada.
"Saya pikir dokter dan orang yang awam dengan kegiatan berkebun perlu menyadari hal ini. Risiko penyakit ini mungkin kecil, tapi dapat diambil tindakan pencegahan," ujar Dr Simon Patten dari Royal Alexandra Hospital, seperti dilansir dari Dailymail, Senin (6/9/2010).
Source: detik.com
Artinya, selalu bersihkan diri ketika habis menyentuh kotoran. :(
ReplyDelete