Skip to main content

2030, Es di Lautan Arktik Bakal Lenyap

Pemanasan global yang terus terjadi diprediksi bakal melenyapkan lapisan es di lautan Arktik, kutub utara pada tahun 2030. Para peneliti mengungkapkan, lapisan es di Arktik semakin menipis dari tahun ke tahun.

Telegraph, Kamis (16/9/2010) melansir pekan lalu, pada akhir musim semi dan musim panas lapisan es mencair sekira 1,84 juta mil persegi. Hal itu didasarkan data University of Colorado's National Snow and Ice Data Center.

"Ini ketiga kalinya dalam catatan satelit di mana lokasi es mencair sangat luas dalam empat tahun terakhir," tulis laporan tersebut.

Sementara itu, data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan pada Agustus 2010 wilayah yang diselimuti es menurun sekira 22 persen dibandingkan tahun 1979 hingga 2000. Agustus 2010 merupakan periode terburuk mencairnya es di Arktik sejak tahun 1979. Sebelumnya NOAA mencatat pencairan es terbesar terjadi pada September 2007 di mana es mencair seluas 1,595 juta mil persegi.

Menurut Direktur National Snow and Ice Data Center Mark Serreze, seperti dunia secara keseluruhan, pemanasan dan pemanasan terjadi dengan cepat. "Kami mulai melihat lautan es mencair secara besar-besaran, tren penyusutan lapisan es terus berlanjut," kata Serreze.

"Kami berpikir bahwa pada tahun 2030 atau lebih, jika Anda pergi ke Kutub Utara pada tanggal satu September, Anda mungkin tidak akan melihat es sama sekali," tandas Serreze.

Source: okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...