Skip to main content

Situs Fosil Purba Mesolitikum Terancam Rusak





TULUNGAGUNG - Situs penemuan fosil yang diduga sebagai sampah manusia purba Kjokken Maddinger Zaman Mesolitikum di Dusun Mbolu, Desa Ngepo, Kecamatan Tanggungunung, Kabupaten Tulungagung terancam rusak.
Sebab sejak penemuan hingga sekarang, tidak ada upaya dari pemerintah daerah untuk melokalisasi wilayah penemuan, termasuk memasang rambu perhatian kepada khalayak sebagai lokasi penelitian benda purbakala.

Di sisi lain, meski berupa daerah perbukitan kapur, sebagian besar lokasi penemuan tersebut menyatu dengan ladang bercocok tanam warga setempat. Bahkan, tidak sedikit menjadi lahan petani.

"Sangat mungkin sekali situs penemuan ini rusak. Ini yang kami sesalkan kenapa sampai saat ini tidak ada respons dari Pemkab Tulungagung," ujar Ketua Tim Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung Triyono, Selasa (2/3/2010).

Idealnya, menurut Triyono, Pemkab segera melokalisasi titik-titik penemuan. Minimal melakukan pengawasan sebagai antisipasi kerusakan dan hilangnya fosil disana. Sebab, jumlah fosil yang dibawa tim KS2B hanyalah contoh kecil dari ratusan fosil yang tersebar di permukaan tanah.

"Semua yang kita temukan ini tidak melalui proses penggalian. Karena itu akan disalahkan. Semuanya ini berada di permukaan tanah, yang terpendam hanya beberapa centimeter, paparnya.

Sebanyak 157 jenis fosil yang ditemukan pada awal ekspedisi KS2B tersebut bukanlah keseluruhan dari peninggalan kehidupan purba yang diperkirakan lebih tua dari Homo Sapiens Wajakensis yang juga berada di Tulungagung.

Baru-baru ini, di lokasi yang sama, KS2B kembali menemukan 44 fosil dengan jenis lain dari yang pertama. Jadi total fosil yang kini tersimpan di tempat tinggal Triyono sebanyak 201 buah.

"Penemuan fosil baru ini diantaranya tulang, yang kita belum bisa memastikan apakah ini tulang manusia atau binatang purba. Kemudian fosil kayu, dan flake atau serpihan batu yang berfungsi sebagai kapak pemotong dan pengerat," terang Triyono.

Meski sejauh ini tidak ada respon berarti dari pemkab meski ia sudah melaporkanya, alumni jurusan sejarah Universitas Udayana Bali ini tidak patah arang. Tim KS2B yang berjumlah sembilan orang ini akan terus melanjutkan ekspedisi untuk menemukan goa manusia purba.

Sebab dengan ditemukanya tempat tinggal tersebut, akan bisa dipastikan kurun waktu semua fosil itu pernah hidup.

"Selain itu kita juga akan meminta bantuan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk melakukan uji laboratorium untuk melakukan cek secara ilmiah. Walaupun biaya untuk itu mahal, kita tetap akan mengupayakannya," pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...