Skip to main content

Demonstrasi dan Kepentingan Publik







PADA keadaan iklim demokrasi yang kondusif, keberadaan demonstrasi adalah suatu hal yang wajar. Demonstrasi merupakan cara untuk mengetuk pintu cabang kekuasaan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, demi menyampaikan aspirasi yang terabaikan dan memperlihatkan kenyataan yang luput dari perhatian.

Di era informasi, seringkali demonstrasi yang terjadi diliput oleh media dan terlihat oleh publik dalam cakupan yang luas. Inilah yang berpotensi mereduksi tujuan demonstrasi menjadi sarana unjuk dukungan jumlah maupun unjuk kekuatan. Unjuk dukungan terlihat dari adanya demonstrasi yang dilakukan oleh dua kubu berbeda, masing-masing ingin memperlihatkan kepada publik bahwa kubu merekalah yang lebih mencerminkan aspirasi rakyat. Dari fakta masa lalu, dapat dilihat bahwa kubu-kubu berbeda tersebut berpotensi untuk bentrok satu sama lain.

Unjuk kekuatan terlihat dari aksi anarkistis dan kekerasan, yang seakan ingin menekankan bahwa demonstran tidak bisa diabaikan, atau akan ada konsekuensi perusakan. Hasil-hasil positif demonstrasi yang berhasil mewujudkan aspirasi publik menjadi bentuk nyata dapat kita lihat di masa lalu. Demonstrasi tahun 1965 dan 1998 merupakan dua contohnya.Ada kesamaan dalam keberhasilan kedua demonstrasi tersebut,yaitu mendapat dukungan publik. Walaupun ada ekses dari demonstrasi yang dilakukan, seperti fasilitas publik yang rusak, tetapi publik tetap mendukung karena merasa esensi demonstrasi yang dilakukan benar-benar aspirasi kolektif dari publik. Demonstrasi menjadi kehilangan dukungan publik ketika demonstrasi dianggap lebih banyak merugikan publik.

Pada dasarnya, demonstrasi sedikit banyak memunculkan gangguan terhadap kepentingan umum, sehingga persepsi umum publik terhadap demonstrasi adalah negatif kecuali jika esensi dari demonstrasi tersebut dapat dipahami publik sebagai perpanjangan tangan aspirasinya.

Dengan ditambah aksi kekerasan dan perusakan, makin banyak gangguan yang dirasakan publik sehingga demonstrasi yang dilakukan tidak lagi didukung publik. Untuk itu, yang perlu dilakukan para demonstran adalah memperhatikan kepentingan publik dengan sungguh-sungguh. Toleransi dan tenggang rasa terhadap pengguna ruang publik lainnya perlu dijunjung tinggi. Perlu disadari, demonstran juga merupakan fragmen dari publik, sehingga demonstran perlu memandang publik sebagai bagian dari dirinya.

Selain itu, yang perlu dikedepankan dalam demonstrasi bukanlah unjuk kekuatan, tetapi penyampaian aspirasi. Mungkin mengecewakan ketika aspirasi yang ingin disampaikan kepada cabang kekuasaan tidak tersampaikan, tetapi ketika aspirasi tersebut murni, dukungan publik akan datang. Sebaliknya, ketika berpaling kepada aksi anarkis, demonstran berada dalam posisi berlawanan dengan publik, dan akibatnya cercaan yang akan datang.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Belajarlah ke Negeri Cina untuk Memerangi Pornografi

Maraknya kemunculan video-video mesum yang membuat gerah masyarakat membuat Dadang Hawari, seorang psikolog mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini dan memberikan saran untuk menanggulangi hal ini serta menjelaskan dampak lebih lanjut terhadap maraknya pornografi di Indonesia bagi masyarakat kelak. Dikutip dari republika.co.id, Dadang Hawari berpendapat, Indonesia harus mencontoh Cina dalam memerangi pornografi. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis itu tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tutur dia. Langkah selanjutnya, kata Hawari, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari. Langkah terakhir, kata dia, pemerinta...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...