Skip to main content

Antara Jihad dan Teror


Banyak orang yang kurang mengerti tentang makna jihad yang sebenarnya. Bahkan, tidak sedikit pula orang yang salah paham dengan menyamakan begitu saja antara jihad dan teror. Pandangan semacam ini tentu bukan hanya sesat, melainkan juga menyesatkan.

Jihad dari akar kata al-juhd, menurut pakar bahasa, al-Ishfahani, berarti sesuatu yang sulit atau daya upaya secara maksimal. Ulama yang lain memahami jihad sebagai badzl-u al-juhd li nayl- al-mathlub (mengerahkan segala usaha untuk mencapai cita-cita).

Jihad, yang dapat dipahami sebagai konsep perjuangan, merupakan jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai cita-cita (kemuliaan). Sebagai konsep dan jalan perjuangan, jihad tentu harus diaktualisasikan melalui kerja keras dan kerja cerdas, tanpa kenal lelah, dengan mengoptimalkan penggunaan segenap potensi dan kekuatan yang dimiliki, tak hanya kekuatan fisik, tapi juga kekuatan moral, intelektual, dan spiritual.

Dalam pengertian ini, jihad tak pelak lagi merupakan doktrin pokok Islam dan jalan hidup kaum Muslim menuju kesuksesan dan kemuliaan. Inilah sesungguhnya makna firman Allah SWT, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS Al-Ankabut [29]: 69).

Jihad bila merujuk pada ayat di atas, menurut Zamahsyari, juga al-Nasafi, bersifat umum, tak hanya jihad fisik, tapi juga jihad batin dalam segala bentuknya. Ibn `Asyur memahaminya dalam arti moral (penguatan akhlak), sementara al-Razi memahaminya dalam arti pemikiran (penguatan intelektual).

Dalam maknanya yang umum, jihad memiliki cakupan dan spektrum yang luas, menyangkut setidak-tidaknya tiga bidang, yaitu jihad dalam lingkup sendiri jihad al-nafs (QS Al-Ankabut [29]: 6), lalu jihad dalam lingkup keluarga (QS Alfurqan [25]: 74), serta jihad dalam lingkup sosial. Dalam lingkup yang terakhir ini, jihad dilakukan dengan mengembangkan masyarakat Islam menuju kualitas "Khaira Ummah" (QS Ali Imran [3]: 110).

Jadi, jihad bukan teror, dan teror bukan pula jihad. Jihad adalah satu hal, dan teror adalah hal yang lain. Teror adalah tindakan pengecut yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu bersaing secara sehat. Pelaku teror mengalami gangguan kejiwaan atau setidak-tidaknya mengalami kesalahan dalam membuat kategori.

Dikatakan demikian, karena faktanya, mereka merasa benar, tetapi sesat; merasa berbuat baik (shalih), tetapi buruk (thalih); merasa jihad, tetapi jahat; berharap mendapat rahmat, tetapi memperoleh laknat.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...

Bagaimana Islam Memandang Sepak Bola?

Oleh Abu Afifah Zulfikri Sepak bola, hampir semua orang mengenalnya. Saat ini, gelegar Piala Dunia 2010, hampir terdengar di seluruh pelosok negeri. Saat ini, negeri Nelson Mandela, Afrika Selatan, menjadi sejarah perhelatan sepak bola terbesar di dunia. Bagaimana hukum sepak bola menurut pandangan Islam? Berikut sejumlah pandangan ulama mengenai sepak bola. Dalam kitab Bughyatul Musytaq fi Hukmil lahwi wal la'bi was sibaq disebutkan, "Para ulama Syafiiyah telah mengisyaratkan diperbolehkannya bermain sepak bola, jika dilakukan tanpa taruhan (judi). Dan, mereka mengharamkannya jika pertandingan sepak bola dilakukan dengan taruhan. Dengan demikian, hukum bermain sepak bola dan yang serupa dengannya adalah boleh, jika dilakukan tanpa taruhan (judi)." As-Sayyid Ali Al-Maliki dalam kitabnya Bulughul Umniyah halaman 224 menjelaskan, "Dalam pandangan syariat, hukum bermain sepak bola secara umum adalah boleh dengan dua syarat. Pertama, sepak bola harus bersih...