Selasa pagi yang lalu sebelum gw berangkat kuliah, gw liat di tv seorang siswi SMP di Jawa Timur (klo gak salah...) mendapatkan nilai UN tertinggi. Dia mendapat nilai sebagian besar pelajaran dengan nilai sempurna: 10 dan hanya pada pelajaran bahasa Indonesia dia mendapatkan nilai 9. Gw sempet takjub melihatnya karena selain dia pintar, dia berasal dari keluarga yang kurang mampu dan itu yang membuat jiwa gw bergetar karena dia mampu keluar dari tekanan-tekanan yang terdapat di sekitarnya. Coba kita bayangkan, seseorang yang dalam kehidupannya memiliki berbagai macam keterbatasan. Tetapi dia berusaha untuk keluar dari tekanan-tekanan yang berasal dari keterbatasannya untuk meraih apa yang dia cita-citakan. Dan pada akhirnya, dia mampu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dia bisa mencapai apa yang dia inginkan meskipun jalan yang dilaluinya tidaklah mudah.
Setelah melihat tayangan itu, gw langsung berangkat ke kampus dengan menggunakan angkutan umum. Dalam perjalanan, gw memutar musik dengan mode shuffle (acak). Kemudian terdengarlah lantunan lagu Gigi yang berjudul "Sang Pemimpi" melewati handsfree hp gw. Gw mendengarkan lagu itu sambil membayangkan adegan-adegan dalam film "Sang Pemimpi" dimana Ikal dan Arai yang mati-matian berusaha memperjuangkan mimpi-mimpinya dengan segala keterbatasan dan tekanan yang ada dan pada akhirnya mereka dapat mengapai mimpi-mimpi mereka. selain membayangkan adegan-adegan tersebut, gw membayangkan temen-temen sekelas gw yang berasal dari luar daerah jabodetabek (ex: Jawa Tengah, Jawa Timur, Palembang, dll), mereka mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki untuk mencapai cita-cita mereka, padahal mereka memiliki tekanan-tekanan tersendiri dalam hidup mereka masing-masing. Dan gw sendiri, teringat dengan cita-cita gw yang pernah gw ukir dalam pikiran gw. Setelah gw teringat dengan cita-cita gw, gw merasa apa yang gw lakukan selama ini masih jauh dari apa yang gw cita-citakan.
Gw kembali teringat dengan masa-masa gw nyantren, dimana gw disana mengukir cita-cita dan harapan yang besar. Disana, dengan segala keterbatasan dan yang ada, gw merasa punya tanggung jawab yang sangat besar yang harus gw emban dan dengan tanggung jawab tersebut memberikan tekanan tersendiri buat gw untuk menjadi yang terbaik. Dan.........alhamdulillah dengan itu semua, gw berhasil lulus dari pesantren dengan predikat yang tidak mengecewakan.
So, dari apa yang gw alami, kita bisa mengambil pelajaran untuk memperbaiki jalan hidup kita. Ketika kita merasa tertekan dengan segala keadaan dan keterbatasan yang kita miliki, kita tidak boleh jatuh dan putus asa dalam keadaan tertekan. Jatuh dalam keadaan tertekan itu boleh, tetapi kita harus segera bangkit dari keadaan tertekan tersebut dan membuat kondisi tertekan tersebut menjadi sebuah kekuatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kekuatan yang berbentuk motivasi tersebut yang berasal dari keadaan tertekan akan menjadi sebuah energi tersendiri yang akan menambah motivasi kita untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan.
So, just go ahead and never give up to reach your dreams....!!!!
Setelah melihat tayangan itu, gw langsung berangkat ke kampus dengan menggunakan angkutan umum. Dalam perjalanan, gw memutar musik dengan mode shuffle (acak). Kemudian terdengarlah lantunan lagu Gigi yang berjudul "Sang Pemimpi" melewati handsfree hp gw. Gw mendengarkan lagu itu sambil membayangkan adegan-adegan dalam film "Sang Pemimpi" dimana Ikal dan Arai yang mati-matian berusaha memperjuangkan mimpi-mimpinya dengan segala keterbatasan dan tekanan yang ada dan pada akhirnya mereka dapat mengapai mimpi-mimpi mereka. selain membayangkan adegan-adegan tersebut, gw membayangkan temen-temen sekelas gw yang berasal dari luar daerah jabodetabek (ex: Jawa Tengah, Jawa Timur, Palembang, dll), mereka mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki untuk mencapai cita-cita mereka, padahal mereka memiliki tekanan-tekanan tersendiri dalam hidup mereka masing-masing. Dan gw sendiri, teringat dengan cita-cita gw yang pernah gw ukir dalam pikiran gw. Setelah gw teringat dengan cita-cita gw, gw merasa apa yang gw lakukan selama ini masih jauh dari apa yang gw cita-citakan.
Gw kembali teringat dengan masa-masa gw nyantren, dimana gw disana mengukir cita-cita dan harapan yang besar. Disana, dengan segala keterbatasan dan yang ada, gw merasa punya tanggung jawab yang sangat besar yang harus gw emban dan dengan tanggung jawab tersebut memberikan tekanan tersendiri buat gw untuk menjadi yang terbaik. Dan.........alhamdulillah dengan itu semua, gw berhasil lulus dari pesantren dengan predikat yang tidak mengecewakan.
So, dari apa yang gw alami, kita bisa mengambil pelajaran untuk memperbaiki jalan hidup kita. Ketika kita merasa tertekan dengan segala keadaan dan keterbatasan yang kita miliki, kita tidak boleh jatuh dan putus asa dalam keadaan tertekan. Jatuh dalam keadaan tertekan itu boleh, tetapi kita harus segera bangkit dari keadaan tertekan tersebut dan membuat kondisi tertekan tersebut menjadi sebuah kekuatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kekuatan yang berbentuk motivasi tersebut yang berasal dari keadaan tertekan akan menjadi sebuah energi tersendiri yang akan menambah motivasi kita untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan.
So, just go ahead and never give up to reach your dreams....!!!!
Comments
Post a Comment