Beberapa hari belakangan ini, suatu istilah muncul berulang-ulang kali dalam pikiran saya. Istilah yang dimaksud adalah "cinta karena Allah" atau lebih spesifiknya lagi adalah mencintai seseorang semata-mata karena Allah SWT. Sampai pada suatu hari, saya memutuskan untuk bertanya kepada salah seorang teman saya yang saya anggap dia memiliki jawabannya dengan pertimbangan jika saya mencari tahu jawabannya mealui internet via searching di search engine, itu hanya akan membuang-buang waktu karena search engine akan menampilkan banyak entri yang berkaitan dengan apa yang saya cari. Ketika saya bertanya tentang hal ini melalui SMS, dia mengatakan bahwa saya menanyakan hal tersebut karena ingin 'ngetes' dia dan dia juga mengatakan bahwa saya sudah mengethui jawabannya, padahal saya sendiri masih bingung dengan makna atau maksud dari istilah tersebut.
Akhirnya, saya pun mencari maksud istilah itu di internet karena saya sudah sangat penasaran untuk mengetahui maksud istilah tersebut. Setelah membuka beberapa halaman yang saya kira jawaban saya akan saya temukan disana, akhirnya saya menemukan artikel yang mampu menjawab rasa penasaran saya terhadap istilah itu (bagi yg ingin membaca artikel yg saya maksud, klik disini).
Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapatkan beberapa poin penting mengenai "cinta karena Allah". Namun, hanya 1 poin saja yang menurut saya merupakan jawaban yang saya cari. Poin tersebut adalah "Berikanlah seluruh cintamu kepada Allah karena Allah bersifat kekal dan janganlah kamu memberikan seluruh cintamu kepada makhluk (manusia) karena makhluk bersifat sementara. Maka dari itu, sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan cinta kamu".
Saya memahami poin tersebut bahwa kita sebagai manusia harus memberikan seluruh cinta kita kepada Allah karena kita telah diciptakan oleh Allah dan Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita sehingga kepada Allah lah kita berikan seluruh cinta kita. Layaknya kita mencintai sesama manusia, kita selalu memberikan apa yang kita miliki untuk orang yang kita cintai dan kita selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada orang yang kita cintai. Begitu pula dengan Allah, kita hendaknya menjadikan Allah sebagai "kekasih" dengan melakukan apa saja yang Allah perintahkan dan menjauhi segala larangannya semata-mata karena ingin menggapai ridho-Nya serta menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bagi kita untuk mendapatkan kasih sayang-Nya yang tak terkira.
Setelah kita mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT, maka kita akan merasakan karunia-Nya dan Allah akan mengabulkan apa yang kita minta kepada-Nya jika kita telah mencintai Allah sepenuh hati. Ingatlah, kita tidak boleh mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah karena mencintai makhluk hanya bersifat sementara sedangkan mencintai Allah bersifat permanen dan kekal.
Love your God more than you love someone...
Wallahu a'lam bishshawaab...
Akhirnya, saya pun mencari maksud istilah itu di internet karena saya sudah sangat penasaran untuk mengetahui maksud istilah tersebut. Setelah membuka beberapa halaman yang saya kira jawaban saya akan saya temukan disana, akhirnya saya menemukan artikel yang mampu menjawab rasa penasaran saya terhadap istilah itu (bagi yg ingin membaca artikel yg saya maksud, klik disini).
Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapatkan beberapa poin penting mengenai "cinta karena Allah". Namun, hanya 1 poin saja yang menurut saya merupakan jawaban yang saya cari. Poin tersebut adalah "Berikanlah seluruh cintamu kepada Allah karena Allah bersifat kekal dan janganlah kamu memberikan seluruh cintamu kepada makhluk (manusia) karena makhluk bersifat sementara. Maka dari itu, sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan cinta kamu".
Saya memahami poin tersebut bahwa kita sebagai manusia harus memberikan seluruh cinta kita kepada Allah karena kita telah diciptakan oleh Allah dan Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita sehingga kepada Allah lah kita berikan seluruh cinta kita. Layaknya kita mencintai sesama manusia, kita selalu memberikan apa yang kita miliki untuk orang yang kita cintai dan kita selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada orang yang kita cintai. Begitu pula dengan Allah, kita hendaknya menjadikan Allah sebagai "kekasih" dengan melakukan apa saja yang Allah perintahkan dan menjauhi segala larangannya semata-mata karena ingin menggapai ridho-Nya serta menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bagi kita untuk mendapatkan kasih sayang-Nya yang tak terkira.
Setelah kita mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT, maka kita akan merasakan karunia-Nya dan Allah akan mengabulkan apa yang kita minta kepada-Nya jika kita telah mencintai Allah sepenuh hati. Ingatlah, kita tidak boleh mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah karena mencintai makhluk hanya bersifat sementara sedangkan mencintai Allah bersifat permanen dan kekal.
Love your God more than you love someone...
Wallahu a'lam bishshawaab...
thanks :)
ReplyDelete