Skip to main content

Matematika Allah ala Pengungsi Palestina

Jangan pernah ragu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, karena Allah akan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda. Para pengungsi Palestina pun menjadi saksi atas matematika Allah Yang Maha Pemurah, dikutip dari republika.co.id (21/11), para pengungsi Palestina di Suriah dan Gaza mengirimkan uang bantuan kepada saudara-saudaranya korban Tsunami dan Gunung Merapi sebesar 4 ribu dolar, Allah langsung menggantinya dengan hewan qurban senilai 120 ribu dolar sumbangan dari masyarakat Turki.
Matematika Allah ala Pengungsi Palestina
Hal ini disampaikan oleh Ziad Said Mahmud, Kordinator Bantuan Kemanusiaan Internasional untuk Palestina, kepada Sahabat Al-Aqsha lewat telepon.

Lelaki asal Gaza ini meyakini, ini merupakan janji Allah, yang akan melipatgandakan kebaikan. “Jangan lupa, ukuran Allah pasti jauh lebih besar dari ukuran manusia. Dalam hitungan uang manusia saja, dari 4 ribu yang kami kirim ke Indonesia dibalas Allah dengan 120 ribu dolar. Berarti kami mendapat keuntungan 30 kali lipat alias 3000 persen,” kata Ziad.

Angka ini belum termasuk nilai hewan qurban yang disembelih di Gaza, kiriman kaum Muslimin dari berbagai negara di dunia.

Belum lagi, tambahnya, pahala dalam bentuk lain, berupa kebaikan-kebaikan yang terlimpah atas para pengungsi dan rakyat Palestina, misalnya anak-anak yang semakin shalih dan rajin menghafal Al-Quran. “Dan yang paling penting,” kata Ziad, “pahala yang kita tunggu-tunggu di Akhirat.”

Seperti ‘Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, para pengungsi Palestina yang ada di Suriah kedatangan tamu-tamu dari Turki yang menyampaikan dana hewan kurban dari masyarakat negeri Bulan Sabit Putih itu.

Pengungsi Palestina di Suriah berjumlah sekitar 500 ribu orang. Hewan qurban yang dagingnya bernilai sekitar 120 ribu dolar (sekitar 1,1 miliar rupiah) itu disampaikan lewat tiga organisasi kemanusiaan Turki, yaitu: IHH, Yardimeli, dan Syeikh Khulushi Afendi Foundation.

Para relawan dari ketiga organisasi itu, ikut menyembelih dan membagikan langsung daging qurban dan uang tunai ke rumah-rumah para pengungsi Palestina yang paling miskin, uzur, maupun tergeletak sakit. Di sepanjang jalan, mereka juga membagi-bagikan permen dan balon kepada anak-anak pengungsi Palestina, yang kontan tersenyum gembira.

Amirrul Iman, direktur operasional Sahabat Al-Aqsha, mengaku kagum dengan cara berpikir para pengungsi Palestina itu. “Kita di Indonesia harus banyak belajar dari mereka. Diantaranya soal matematika ini. Negeri kita banyak utang, tingkat kemiskinan kita sangat tinggi, dan banyak musibah. Sudah waktunya kita pakai matematika Allah untuk menyelesaikannya,” kata Amirrul.

Caranya?“Ya dengan banyak berinfaq fii Sabilillah. Mengimani bahwa melepas milik kita untuk Allah itu pasti balasannya lebih besar lagi,” kata Amirrul.

Namun begitu, Ziad Said Mahmud, yang juga Direktur Al-Sarraa Foundation menjelaskan, pihaknya mengirim sumbangan ke Mentawai dan Merapi tidak mengharapkan balasan dari siapapun selain dari Allah. Ziad mengutip ayat 134 surat An-Nisaa’ yang artinya: “Maka barangsiapa yang mengharapkan balasan di dunia (merugilah mereka), sedangkan dari Allah tersedia balasan di dunia dan Akhirat. Maka Allah Maha Mendengar, Maha Melihat…”

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Hindari Gigitan Nyamuk

Musim kering identik dengan berkembang biaknya populasi nyamuk. Bahan produk anti-nyamuk yang kita kenal berbentuk krim atau spray banyak mengandung bahan kimia yang dampaknya terhadap kulit dan kesehatan masih dipertanyakan. Sebagian besar kita pernah mendengar ada beberapa bahan alami seperti serai yang mencegah nyamuk. Kenyataannya, alam masih menyediakan pencegah alami lainnya untuk menjauhkan Anda dari gigitan nyamuk. Anti-nyamuk alami, seperti dikutip dari Shine di antaranya: 1.Mengganti secara rutin wadah air yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak seperti tempat minum hewan peliharaan, vas bunga, dan kolam renang beberapa kali dalam seminggu. 2.Ada tanaman tertentu yang memiliki aroma yang tak disukai nyamuk. Tanaman ini termasuk bunga kumis kucing, rosemary, serai, lavender, kayu manis, dan peppermint. Tanam di halaman depan dan kebun belakang rumah Anda untuk mencegah nyamuk. 3.Nyamuk tak menyukai aroma bawang putih. Iris satu siung bawang putih dan oles...

Pesona Masjid Biru di Antara Gereja St Petersburg

Kubah Mesjid Biru 'The Blue Mosque' tampak menonjol di antara gereja-gereja di kota St Petersburg. St Petersburg merupakan salah satu kota budaya dan bersejarah di Rusia, yang berhias bangunan indah seperti St Isaac's Cathedral dan Kazan Cathedral dan tentu saja Masjid Kubah Biru. Masjid Kubah Biru St Petersburg berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota St Petersburg, kota yang dibangun Peter The Great. Kubah berwarna biru langit terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva yang membelah kota itu. Pada petang hari di mana matahari masih menerangi bumi menjelang musim panas, penulis menyempatkan diri berkunjung ke Mesjid Biru. ''Kalau mau sholat Magrib nanti jam 11,'' ujar lelaki yang berada di luar pintu gerbang Mesjid Biru St Peterburg, sambil mengeluarkan handphone yang bertuliskan angka 11. Padahal penulis datang sekitar pukul 9 malam. Masjid yang sudah berusia 100 tahun ini mampu menampung lima ribu jamaah. Di ten...

Bagaimana Islam Memandang Sepak Bola?

Oleh Abu Afifah Zulfikri Sepak bola, hampir semua orang mengenalnya. Saat ini, gelegar Piala Dunia 2010, hampir terdengar di seluruh pelosok negeri. Saat ini, negeri Nelson Mandela, Afrika Selatan, menjadi sejarah perhelatan sepak bola terbesar di dunia. Bagaimana hukum sepak bola menurut pandangan Islam? Berikut sejumlah pandangan ulama mengenai sepak bola. Dalam kitab Bughyatul Musytaq fi Hukmil lahwi wal la'bi was sibaq disebutkan, "Para ulama Syafiiyah telah mengisyaratkan diperbolehkannya bermain sepak bola, jika dilakukan tanpa taruhan (judi). Dan, mereka mengharamkannya jika pertandingan sepak bola dilakukan dengan taruhan. Dengan demikian, hukum bermain sepak bola dan yang serupa dengannya adalah boleh, jika dilakukan tanpa taruhan (judi)." As-Sayyid Ali Al-Maliki dalam kitabnya Bulughul Umniyah halaman 224 menjelaskan, "Dalam pandangan syariat, hukum bermain sepak bola secara umum adalah boleh dengan dua syarat. Pertama, sepak bola harus bersih...