Setelah SBY 'curhat' mengenai gajinya yang belum naik-naik, banyak pejabat yang 'mengekor' minta kenaikan gaji. Padahal kinerja mereka untuk memberikan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia masih jauh dari kata 'berhasil'. Akhir-akhir ini, pemerintah Indonesia sedang berusaha melakukan reformasi birokrasi besar-besaran untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Usaha pemerintah akan menjadi sia-sia belaka jika reformasi birokrasi dilakukan dengan cara yang salah. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia seyogyanya bisa menerapkan reformasi birokrasi yang baik dan benar dengan mempelajari sistem penerapan reformasi birokrasi dari negara-negara yang sukses menerapkannya. Salah satunya adalah Singapura, negara kecil dengan penduduk kurang dari 5 juta jiwa berhasil menjadi negara makmur, bahkan menempati urutan keempat dunia dengan PDB per kapita sebesar US$52.840 atau Rp475 juta per tahun karena sukses menerapkan reformasi birokrasi yang baik dan benar. Gaji Perdana Menteri Singapura, juga tertinggi di dunia, bahkan mengalahkan gaji pemimpin dari negara super power Amerika Serikat, Presiden Barack Obama.
Pola Singapura menentukan gaji pegawai negeri dan para pejabat negaranya memang unik. Di negeri ini, pemerintah diibaratkan sebagai perusahaan. Mereka memiliki patokan untuk menentukan gaji eksekutif, legislatif dan yudikatik.
Pertumbuhan ekonomi menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam menentukan gaji. Saat kondisi ekonomi sedang memburuk pada 2008, Singapura memangkas gaji pegawai negeri, termasuk gaji Perdana Menterinya pada 2009. Pada 2008, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong masih menerima gaji Sin$ 3,7 juta atau sekitar Rp 25 miliar. Namun, akibat krisis finansial global, pada 2009, gaji PM Lee diturunkan menjadi Sin$ 3,04 juta atau sekitar Rp 20 miliar per tahun.
Pada saat ekonomi tumbuh, Singapura juga memberikan hadiah bagi PNS. Sebut saja pada 2010, saat ekonomi negeri ini telah bangkit kembali, bahkan tumbuh 17,9 persen pada semester pertama. Menteri Perdagangan dan Industri juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sekitar 15 persen.
Sebagai hadiahnya, pada akhir tahun 2010, PNS akan menerima dua bulan gaji. Satu kali gaji bulanan seperti biasa, satu kali lagi sebagai gaji ke-13.
Lantas, pada Maret 2011, PNS juga akan mendapatkan gaji spesial yang dikenal sebagai bonus "pertumbuhan". Ini sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi dan kinerja setiap individu. Pada saat itu, karyawan yang berprestasi akan menerima bonus sebesar 1-1,6 kali gaji, sedangkan yang kinerjanya buruk tidak akan menerima bonus.
Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri mengatakan bahwa PNS akan menerima pengurangan gaji saat kondisi ekonomi sulit, serta bekerja keras untuk membantu pemulihan ekonomi dengan cepat. "Bonus diberikan karena PNS juga turut membantu ekonomi Singapura cepat pulih," dalam sebuah keterangan pers belum lama ini.
Pada 1994, berdasarkan Buku Putih tentang Gaji Kompetitif untuk membentuk pemerintahan yang jujur dan kompeten, pemerintah memakai patokan gaji di sektor swasta untuk menentukan gaji pegawai negeri dan pejabat negara.
Untuk menentukannya, gaji pegawai didasarkan pada rata-rata penghasilan enam profesi. Keenam profesi yang dimaksud adalah bankir, pengacara, akuntan, insinyur, karyawan multinasional, dan perusahaan manufaktur lokal. Profesi dokter dan arsitek umumnya mendapatkan gaji tinggi. Namun, kedua profesi ini dikecualikan karena membutuhkan ketrampilan khusus.
Sumber: pemerintah Singapura, vivanews.com, dan Straitstimes.com
Usaha pemerintah akan menjadi sia-sia belaka jika reformasi birokrasi dilakukan dengan cara yang salah. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia seyogyanya bisa menerapkan reformasi birokrasi yang baik dan benar dengan mempelajari sistem penerapan reformasi birokrasi dari negara-negara yang sukses menerapkannya. Salah satunya adalah Singapura, negara kecil dengan penduduk kurang dari 5 juta jiwa berhasil menjadi negara makmur, bahkan menempati urutan keempat dunia dengan PDB per kapita sebesar US$52.840 atau Rp475 juta per tahun karena sukses menerapkan reformasi birokrasi yang baik dan benar. Gaji Perdana Menteri Singapura, juga tertinggi di dunia, bahkan mengalahkan gaji pemimpin dari negara super power Amerika Serikat, Presiden Barack Obama.
Pola Singapura menentukan gaji pegawai negeri dan para pejabat negaranya memang unik. Di negeri ini, pemerintah diibaratkan sebagai perusahaan. Mereka memiliki patokan untuk menentukan gaji eksekutif, legislatif dan yudikatik.
Pertumbuhan ekonomi menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam menentukan gaji. Saat kondisi ekonomi sedang memburuk pada 2008, Singapura memangkas gaji pegawai negeri, termasuk gaji Perdana Menterinya pada 2009. Pada 2008, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong masih menerima gaji Sin$ 3,7 juta atau sekitar Rp 25 miliar. Namun, akibat krisis finansial global, pada 2009, gaji PM Lee diturunkan menjadi Sin$ 3,04 juta atau sekitar Rp 20 miliar per tahun.
Pada saat ekonomi tumbuh, Singapura juga memberikan hadiah bagi PNS. Sebut saja pada 2010, saat ekonomi negeri ini telah bangkit kembali, bahkan tumbuh 17,9 persen pada semester pertama. Menteri Perdagangan dan Industri juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sekitar 15 persen.
Sebagai hadiahnya, pada akhir tahun 2010, PNS akan menerima dua bulan gaji. Satu kali gaji bulanan seperti biasa, satu kali lagi sebagai gaji ke-13.
Lantas, pada Maret 2011, PNS juga akan mendapatkan gaji spesial yang dikenal sebagai bonus "pertumbuhan". Ini sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi dan kinerja setiap individu. Pada saat itu, karyawan yang berprestasi akan menerima bonus sebesar 1-1,6 kali gaji, sedangkan yang kinerjanya buruk tidak akan menerima bonus.
Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri mengatakan bahwa PNS akan menerima pengurangan gaji saat kondisi ekonomi sulit, serta bekerja keras untuk membantu pemulihan ekonomi dengan cepat. "Bonus diberikan karena PNS juga turut membantu ekonomi Singapura cepat pulih," dalam sebuah keterangan pers belum lama ini.
Pada 1994, berdasarkan Buku Putih tentang Gaji Kompetitif untuk membentuk pemerintahan yang jujur dan kompeten, pemerintah memakai patokan gaji di sektor swasta untuk menentukan gaji pegawai negeri dan pejabat negara.
Untuk menentukannya, gaji pegawai didasarkan pada rata-rata penghasilan enam profesi. Keenam profesi yang dimaksud adalah bankir, pengacara, akuntan, insinyur, karyawan multinasional, dan perusahaan manufaktur lokal. Profesi dokter dan arsitek umumnya mendapatkan gaji tinggi. Namun, kedua profesi ini dikecualikan karena membutuhkan ketrampilan khusus.
Sumber: pemerintah Singapura, vivanews.com, dan Straitstimes.com
Oooh jadi begitu sistemnya. jadi tambah wawasan nih......
ReplyDelete