Skip to main content

Posts

5 Perilaku Kecanduan Teraneh

Kecanduan rokok, narkoba atau alkohol sepertinya sudah banyak terjadi pada orang-orang di seluruh dunia. Tapi ada beberapa kecanduan yang tercatat paling aneh di dunia. Apa saja? Dilansir dari metro.co.uk , Sabtu (10/7/2010). berikut lima kecanduan teraneh di dunia: 1. Kecanduan logam berat Seorang pria di Swedia mengalami cacat karena kecanduan anehnya, yaitu kecanduan logam berat. Roger Tullegen suka sekali membenturkan kepalanya di benda-benda yang terbuat dari logam berat. Selama hampir sepuluh tahun ini, ia berjuang untuk menghentikan kecanduannya tersebut. 2. Kecanduan mengunyah es (Pagophagia) Orang yang suka mengunyah es alias pagophagia sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat zat besi dalam aliran darah. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dihentikan karena mengunyah es dapat merusak gigi. 3. Kecanduan seks Kecanduan ini tidak semua menyenangkan, meskipun kecanduan seks dapat mengakibatkan masturbasi kompulsif, obsesi dengan seks dan hubungan dengan beberapa mitra ...

Kashmir, Surga Dunia yang Tersia-sia

Gambar : Pemandangan-pemandangan yang ada di Kashmir Barisan puncak pegunungan itu tampak tertutup salju. Di bawahnya terlihat sebuah danau dengan air yang tenang dan begitu jernih. Bunga warna-warni mekar terhampar di sana-sini seakan ingin berlomba memperlihatkan keelokannya. Sangat indah. Ya, itulah sejumput pemandangan Kashmir, surga di dunia. Tanah yang memanjakan mata dan subur. Tempat peristirahatan kaum bangsawan sejak beratur-ratus tahun yang lalu. Tempat tinggal bagi kaum Muslim. Namanya kerap disebut-sebut sejak dulu kala. Terletak di ekor pegunungan Himalaya bagian barat, lembah Kashmir yang dikelilingi pegunungan yang menjulang ke langit memang menyajikan pemandangan laksana di surga. Sayangnya, itu semua kini tinggal cerita. Wilayah yang terletak di utara sub-benua India itu berubah menyeramkan. Terkoyak konflik dan pertikaian sejak sekitar 60 tahun lalu. Kashmir yang dikenal sebagai daerah mandiri sejak berabad lalu, tiba-tiba harus me...

Inilah Wajah Islam dalam Survei di Dunia Barat

Umat Islam di Eropa dan Amerika masih menghadapi tantangan berat. Kendati pertumbuhan dan perkembangan umat Islam meningkat, namun tantangan yang mereka hadapi sangat berat. Penyebabnya adalah munculnya gerakan Islamophobia atau kebencian terhadap Islam. Sebuah hasil survei yang dipublikasikan harian The Guardian akhir Januari lalu menyebutkan, kalangan politisi dan media massa di Inggris adalah penyebab kebencian masyarakat luas terhadap Islam. Menurut hasil survei yang dilakukan wartawan Inggris bernama Peter Oborne itu, politisi dan media Inggris kerap mengobarkan kebencian terhadap umat Islam dengan menggambarkan umat Islam sebagai teroris yang berusaha melakukan Islamisasi di Inggris. Studi serupa juga dilakukan oleh pusat penelitian Muslim Eropa di Universitas Exeter London. Dari hasil studi yang disusun oleh perguruan tinggi ini ditemukan beberapa bukti empiris yang menjelaskan perilaku para politisi dan media Inggris itu. Menurut penelitian ini, meningkatnya sent...

Tak Semua Film Kartun "Aman" untuk Anak

Meski dilabel siaran untuk anak-anak, tapi tak semuanya "aman" bagi anak. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nina Mutmainah Armando mencontohkan film kartun yang banyak mengandung unsur kekerasan. “Karena film kartun, orang tua sering menganggapnya untuk anak-anak,” tambah. Padahal ada beberapa film kartun yang mengandung unsur kekerasan tinggi, seperti serial kartun Naruto, Bleach , dan Detektif Conan . Menurutnya, di beberapa negara, beberapa film kartun yang di negeri kita ditujukan untuk anak-anak, di sana dibanderol untuk remaja. Ia mencontohkan film Tom and Jerry . Hal serupa juga diterapkan oleh Jepang untuk film Naruto. Tidak hanya unsur kekerasan, beberapa film anak-anak bahkan memasukan unsur mistik dan seks yang kental. “Anak-anak rentan akan terpaan media,” papar Nina dipenghujung rapat koordinasi nasional (Rakornas) KPI, Kamis (8/7). Kemarin, Rakornas KPI. Rapat yang berlangsung sejak Selasa (6/7) di Hotel Golden Flower, Bandung, menghasi...

Lingkungan Bersih, Alergi Justru Tinggi

Alergi boleh jadi merupakan tolak ukur kemajuan suatu negara. Semakin baik sanitasi suatu lingkungan dan higiene penduduk sehingga infeksi nyaris tidak ada, makin tinggi pula angka kejadian alergi seperti asma. Alergi merupakan respon sistem daya tahan tubuh secara berlebihan terhadap substansi yang biasanya tidak berbahaya, seperti makanan atau debu. "Penyakit alergi erat kaitannya dengan daya tahan tubuh anak," kata Profesor Sibylle Koletzko, pakar kesehatan anak dari Jerman. Ia menambahkan, dalam beberapa dekade terakhir ini terjadi peningkatan kasus alergi, seiring dengan penurunan angka penyakit infeksi, seperti TBC atau campak. "Risiko terkena alergi pada anak di daerah perkotaan atau perdesaan sama saja," ujarnya dalam acara media edukasi mengenai Alergi dan Imunitas di Jakarta (6/7). Ada sebuah teori menarik tentang makin meningkatnya kasus alergi, yaitu di negara yang tingkat infeksinya tinggi, angka kejadian alerginya lebih rendah. Tak jaran...

Timbuktu, Cahaya Islam yang Telah Memudar

Pernah mendengar nama Timbuktu? Wajar bila Anda tak pernah mendengarnya. Nama itu memang sangat asing bagi telinga orang Indonesia. Nama itu memang bukan berasal dari kosa kata bahasa daerah di Indonesia, apalagi bahasa Indonesia. Timbuktu merupakan nama sebuah kota di Mali, Afrika Barat. Sekarang, tak banyak yang bisa diceritakan dari kota yang tandus dan gersang di Afrika itu. Dunia saat ini mungkin hanya mengetahui keberadaan kota itu dari sebuah bangunan masjid antik yang menjadi cagar budaya dunia, yaitu Masjid Djinguereber. Masjid terbesar di Timbuktu ini sangat unik karena dibangun dengan menggunakan material tanah lumpur. Dengan arsitektur khas lokal dan warna alamiah coklat lumpur. Masjid ini dibangun di masa kejayaan Timbuktu. Pada tahun 1.200 masehi, Timbuktu merupakan pusat peradaban Islam di Afrika Barat. Di sana, dahulu, pernah tersimpan puluhan ribu naskah, tulisan, atau pun transkrip berbagai ilmu pengetahuan. Bahkan, sampai sekarang kabarnya ribuan naskah...

Sepak Bola dan Sainsnya

Sepak bola yang sejak 11 Juni hingga 11 Juli ini mendominasi wacana masyarakat luas, di Tanah Air dan juga di seluruh dunia, memang puncak dari berbagai minat dan kajian. Soal teknis di lapangan kita serahkan kepada ahlinya. Sementara itu, di luar analisis pertandingan, tidak sedikit yang mengulas bola dari sisi lain. Lembaga Pengkajian Stratfor, misalnya, selama Piala Dunia 2010 menurunkan analisis geopolitik dari tim-tim yang bertanding. Kolom Iptek kali ini pun ingin menyoroti sisi sains dari olahraga paling populer sejagat ini, saat empat tim memulai laga semifinal. Seiring dengan itu tebersit pula pertanyaan, apa kira-kira yang harus dipersiapkan—selain manajemen—untuk membentuk tim nasional yang berjaya? Tak bisa dimungkiri, pemain yang bisa ikut berlaga pada Piala Dunia adalah pemain dari bibit paling unggul dari setiap negara yang maju ke 32 besar. Di antara pemain 32 skuad tersebut juga kemudian ada yang moncer, seperti Asamoah Gyan dari Ghana atau Miroslav Klose...